BerandaTravelJalan-jalan ke Wisata Hutan Bakau, Hutan Mangrove Bali

Jalan-jalan ke Wisata Hutan Bakau, Hutan Mangrove Bali

Hampir di semua kawasan Bali mempunyai banyak destinasi menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah kawasan Bali Selatan. Di kawasan ini, pengunjung bisa menemukan objek wisata Garuda Wisnu Kencana, pantai Pandawa, pantai Dreamland, dan Hutan Mangrove Bali. Apakah kamu pernah mengunjungi destinasi tersebut? 

Jika kamu mencari tempat wisata yang alami dengan tema alam dan hutan, maka hutan mangrove bisa menjadi solusi tepat. Beberapa orang mungkin tidak tertarik untuk mencoba mengunjungi destinasi wisata tersebut. Namun, objek wisata Bali ini terbilang ramai akan pengunjung, lho. Pastinya ada sesuatu yang menarik sehingga menarik perhatian wisatawan. 

Mengenal Hutan Mangrove Bali

Tahukah kamu jika ada sekitar 80 spesies berbeda satu sama lain pada pohon bakau? Pohon ini harus di tanam di daerah tanah yang kadar oksigennya sangat rendah agar bisa hidup. Namun, jumlah airnya harus cukup dan air harus bergerak lambat. Karena pergerakan air yang lambat inilah membuat sedimen tanah dan pasir halus bisa menumpuk. 

Pohon bakau membutuhkan ekosistem khusus karena pohon tersebut hanya tumbuh di daerah tropis. Hal ini karena semua pohon bakau tidak akan kuat saat suhu dingin. Biasanya, tanaman ini terdapat di daerah pinggir garis pantai. 

Pepohonan mangrove tumbuh di atas rawa yang memiliki air payau. Air payau sendiri merupakan air tawar yang bercampur dengan air laut. Jadi, tidak semua tumbuhan bisa hidup di hutan bakau. 

Manfaat Hutan Mangrove Bali

Hutan mangrove atau hutan bakau secara umum mempunyai fungsi untuk menahan gelombang air laut yang masuk ke daratan. Itulah kenapa hutan mangrove sangat penting bagi lingkungan pantai. Selain itu, ada lagi beberapa manfaat yang masih jarang diketahui dari hutan mangrove. 

Habitat Hewan Kecil

Salah satu manfaat dari hutan mangrove adalah sebagai habitat hewan kecil. Hutan bakau merupakan habitat bagi banyak jenis udang, jenis ikan, dan moluska. Tempat ini menyediakan tempat untuk bertelur, pembesaran, dan mencari makan  sebagai hewan laut yang kecil. 

Tak hanya sebagai habitat saja, tapi tumbuhan mangrove menjadi produsen dalam dan tak makanan di pesisir. Banyak ikan kecil dan kepiting yang hidupnya memakan daun tumbuhan bakau. 

Melindungi Laut dari Lumpur

Saat daratan banjir, air akan menuju ke laut sembari membawa lumpur. Tentunya kehadiran lumpur bisa membuat kehidupan ekosistem yang laut menjadi berbahaya. Nah, di sinilah fungsi mangrove. 

Adanya tumbuhan tersebut akan membuat ekosistem laut terlindungi sehingga tidak tercampur dengan lumpur. Hal ini karena hutan mangrove Bali mempunyai kemampuan untuk mengendapkan lumpur. Alhasil,  air di sekitar kawasan mangrove akan terasa lebih jernih. 

Sebagai Kayu Bakar

Tahukah kamu jika tanaman bakau dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai kayu bakar? Seperti yang diketahui, kayu bakar digunakan untuk memasak. Nah, kayu tanaman bakau bisa menghasilkan api besar tanpa menghasilkan banyak asap. Tak heran jika kayu bakar tumbuhan ibni dianggap ramah lingkungan. 

Daya Tarik Wisata Hutan Mangrove Bali

Kawasan hutan bakau di Bali berada di jalur keramaian kabupaten Bandung. Setiap harinya kawasan tersebut di penuhi kebisingan lalu lintas dan polisi udara. Dengan adanya banyak pohon di hutan bakau, tentunya bisa mengurangi polisi udara di kawasan dekat hutan bakau Bali. Selain itu, hutan mangrove di Bali mempunyai luas 1.300 hektar. 

Setelah hutan bakau berkembang dan hijau, pemerintah Bali menjadikan hutan bakau sebagai tempat rekreasi. Awalnya tempat ini ditunjukkan untuk masyarakat lokal sekitar. Akan tetapi, saat ini sudah banyak wisatawan yang datang berkunjung. Kawasan hutan mangrove ini identik dengan rawa-rawa dan lumpur. 

Hal ini yang membuat beberapa orang enggan untuk mengunjungi tempat ini. Oleh karena itu, pengelola hutan mangrove di Bali menyediakan jembatan kayu dengan panjang jembatan mencapai 2 km untuk menelusuri kawasan hutan bakau. Di beberapa tempat di atas jembatan, terdapat tempat khusus untuk pengunjung agar bisa menikmati suasana hutan bakau. 

Jika pengunjung ingin menikmati keindahan alam hutan mangrove, kamu bisa jalan sampai di ujung jembatan kayu. Di sinilah pemandangan yang bagus untuk diambil fotonya. Selain itu, terdapat pemandangan jalan Tol dan birunya laut teluk Benoa sangat jelas dari ujung jembatan hutan bakau. 

Lokasi Hutan Mangrove Bali

Lokasi hutan mangrove yang ada di Bali jaraknya sangat dekat dengan bandara Ngurah Rai. Hanya membutuhkan waktu 10 menit saja jika berangkat dari bandara Ngurah Rai. Akan tetapi, jika pengunjung berangkat dari tempat wisata Kuta Bali, membutuhkan waktu sekitar 30 menit. 

Lokasi hutan ini berada di jalan By pass Ngurah Rai Kuta Bali, sekitar 100 meter dari simpang Dewa Ruci. Kamu bisa menggunakan Google Maps untuk mengunjungi destinasi tersebut. Namun, jika takut tersesat, bisa menggunakan sewa mobil dengan sopir di Bali. 

Lokasi untuk Foto Prewedding

Selain dikenal sebagai tempat rekreasi, hutan bakau di Bali terkenal sebagai salah satu tempat favorit melakukan foto prewedding. Tak hanya masyarakat lokal Bali saja, tapi dari kawasan lain dan negara lain juga memilih tempat ini untuk melakukan foto prewedding. Waktu terbaik untuk mengunjungi hutan mangrove di Bali adalah di pagi atau sore hari. 

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Hutan Mangrove Bali

Tarif tiket masuk di tempat wisata ini bisa berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Jadi, jika ingin mengunjungi tempat ini dan mengetahui lebih pasti biaya tiket masuk, bisa menghubungi bagian tiket hutan mangrove dengan datang ke lokasi. Namun, sebagai patokan kamu bisa melihat harga di bawah ini berdasarkan 1 Januari 2021.

Tarif retribusi untuk perorangan dewasa dikenakan Rp 10.000 per orang, untuk rombongan dewasa Rp 6.000 per orang, perorangan anak dikenakan Rp 3.000 per orang, dan rombongan anak Rp 1.500 per orang. Jika kamu ingin melakukan foto prewedding maka biayanya Rp 500.000, foto untuk model dikenakan Rp 750.000.

Jika ingin melakukan foto iklan produk, maka dikenakan Rp 500.000. Bagi yang ingin melakukan shooting sinetron biayanya Rp 1.500.000, shooting video klip Rp 1.000.000, dan kegiatan penelitian dikenakan Rp 150.000. Biaya tersebut khusus untuk WNI. 

Nah, untuk WNA, tarifnya berbeda. Bagi WNA perorangan dewasa maka biayanya Rp 200.000 per orang, untuk rombongan dewasa biayanya Rp 150.000 per orang. Biaya retribusi untuk perorangan anak adalah Rp 50.000 per anak dan rombongan anak Rp 25.000 per anak. 

Bagi yang ingin melakukan foto prewedding di hutan mangrove Bali, akan dikenakan biaya Rp 1.000.000. Sementara untuk foto model akan dikenakan Rp 1.500.000. Jika ingin foto iklan produk, maka biayanya akan dikenakan Rp 1.000.000. Terdapat biaya parkir mobil Rp 2.000. Kamu bisa mengunjungi destinasi ini pada pukul 08.00 – 18.00.Jika kamu ingin melakukan foto prewedding atau shooting, tidak ada salahnya menggunakan hutan mangrove Bali. Selain menghadirkan nuansa yang berbeda, tentu hal ini juga jarang ditemui, bukan?

Anggi Putri
Anggi Putrihttps://www.anggiputri.com
Holla! I'm blogger l content writer l owner Pustaka Kata I Korean drama addict I beauty enthusiast l Skin type: Combination I
ARTIKEL TERKAIT

Trending Artikel